Tuesday, October 21, 2008

kita

Melihatmu dari kejauhan yang cukup untuk dapat melihat raut wajah yang seringkali warnai doa malamku. Selalu menyenangkan. Walau kali ini kau terus berjalan meninggalkanku. Terang saja. Aku ada di belakangmu. Memperhatikan riang ayunan langkahmu. Seolah ingin menangkap merpati lalu menyelipkan pesan bertuliskan ‘iloveyou’ di sela kakinya lalu membisiki “Tolong sampaikan pada nuraniku. Jangan sampai terlambat.”

Diam-diam aku melihatmu. Dengan semburat cinta yang lingkupi jarak antara kita. Aku baru saja tahu. Kalau kau punya telepati. Sebab tiba-tiba kau menoleh ke arahku. Cepat menjangkau hatiku. Menusuk tepat ditengah menggunakan panah cintamu. Dan lalu kau tersenyum. Indah. Perlihatkan segala pesona yang menarikku jauh kedalam ranjau kasihmu. Aku terjebak.

Aku membalas senyum dengan lambaian tanganku. Kemudian kau berhenti. Diam. Sabar menunggu hingga aku mendekat. Masih tetap mandikan langkahku dengan senyum itu. Sampai akhirnya aku tiba disisi. Meraih genggaman tanganmu. Memberiku dekapanmu. Lalu kita melangkah bersama.

5 comments:

ay said...

Ini bagian pertama.
Nanti ada lanjutannya.. kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.
Siapa yang tahu.
:D

blackblog said...

Tak sabar menunggu

He wrote said...

backpacker sejati
yang selalu bertualang
bukan tak mungkin seluruh tempat itu akan terkunjungi
siapa yang tau..

ay said...

@ blackblog: kasih diterima..

@ he wrote: tujuan bertualang memang untuk menjangkau seluruh sudut kehidupan bukan??

Anonymous said...

Aih, sedang merindu rupanya...