Sunday, September 28, 2008

iloveyou, iloveyou too

"I love you"
"I love you too"
Udara diluar rasanya tidak sepengap ini. Karena hujan baru saja menyapa rerumputan. Tapi mengapa tubuh ini seperti mengalirkan sebuah sungai berisikan lava. Mendadak hangat dan memanas kemudian. Sedikit rasa ingin tahu yang menelisik. Kita yang membuatnya atau memang sekarang ini telah ada hujan jenis baru yang bersuhu lebih tinggi daripada biasanya.
Kau masih menggenggam tanganku diatas dadamu yang berdegup tidaklah pelan. Seolah meminta. Seolah aku dapat menembus kedalam untuk memeluk jantungmu agar dapat kembali tenang menikmati adanya kita. Berdua.
Erat kau dekatkan kembali kepalaku hingga dapat kuhisap wewangian yang kau berikan pada tubuh dan lehermu. Hmm. Tak penting lagi semua pedih itu. Sekejap segala resah menjauh pergi. Kau adalah damaiku.
"Lima menit lagi ya?" Pintaku manja.
Dan aku pun berbinar setiap kali kau menjawab.
"iya, sayang."
Sebenarnya kau pun tahu pasti. Lima menit yang kuminta barusan selalu memuai menjadi puluhan menit yang akan kau sadari beberapa jam kemudian. Biasanya, akan dimulai dengan aku yang bercerita mengenai temanku atau kekonyolan yang pernah aku lakukan sendiri pun juga bersama mereka. Menyerukan celotehan spontan yang membuatmu mengikik lucu. Tak jarang kau bergumam disela obrolan yang lagi-lagi aku balas dengan 'I love you too".
Tak terasa malam pun beranjak larut. Jika sudah begitu, tibalah waktu menjadi musuh kita. Setelah akhirnya melihat kearah jam yang terduduk angkuh diatas meja, lambat laun raut wajahmu akan berubah dan lalu berseru.
"Cepet banget sih jamnya bergerak!"
"Haha."
Tawaku pun terdengar. Aku selalu menyukai apa-apa yang diproduksi dari bibirmu. Manyun milikmu. Suaramu. Bahkan disaat kau sedang berceramah tentang pentingnya kesehatan. Aku selalu ingin ditemani oleh suara itu. Menenangkan. Apalagi disaat seperti ini. Saat berpisah denganmu menjadi teramat berat.
"Yaudah. Kalau gitu lima menit lagi boleh kah?" Rengekku.
"Selalu, sayang." Balasmu mesra.
Bintang.
Memelukmu begitu menidurkan galau hati.
Dan aku ingin lagi.

No comments: